Reflesi Modul 3.2 Tentang Pemimpin dalam pengelolaan Sumber Daya
Yunarti Safitri
CGP Angkatan 6
SMP PGRI 2 Subang
Bismillahirrahmanirrahim....
Pada
kesempatan ini saya akan meyampaikan refleksi dwi mingguan modul 3.2 dengan
model Refleksi 4P ( Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran dan Penerapan).
1. Peristiwa
pada saat
mempelajari Modul 3.2 Saya sangat
tertarik dan antusias untuk memahami tentang
pemimpin dalam pengelolaan sumber daya yang berkaitan dengan mengenali seputar
aset sekolah yang bisa dijadikan modal dalam mencapai visi sekolah, tentang
pengalaman yang menambah pemahaman saya apa saja objek yang termasuk dalam aset
sekolah.
2. Perasaan
Perasaan yang
saya alami pada saat mempelajari modul 3.1
sangat bersyukur dan tertantang untuk menerapkan nya di sekolah serta
termotivasi untuk berbagi dengan seluruh warga sekolah tentang tentang
pengelolaan sumber daya / asset yang ada di sekolah untuk mencapai pendidikan
yang lebih baik
3.
Pembelajaran
sebelum
mempelajari modul 3.2 saya adalah :
Ø
saya adalah guru biasa yang
cenderung melihat kekurangan yang ada di sekolah serta berpikir untuk
memperbaiki kekurangan tersebut
Ø
saya tidak memahami cara
mengenal asset yang kami miliki di sekolah bahkan sering tidak menyadari bahwa
sesungguhnya kami memilki banyak kekuatan yang bisa di kelola dengan baik
Ø
Saya sering merasa pesimis
untuk melakukan beberapa program sekolah dengan kendala pembiayaan dan sarana
yang ada
setelah
mempelajari modul 3.1 saya adalah :
guru yang
mendapatkan pemahaman tentang :
Ø Sekolah sebagai sebuah lingkungan masyarakat yang terdiri bukan hanya berupa fisik bangunan sekolah dan sarana prasarana yang mendukung pembelajaran, tapi juga sebagai sebuah ekosistem, ternyata sekolah terdiri dari faktor biotik (unsur hidup atau manusia) dan faktor abiotik (unsur tak hidup yaitu keuangan, sarana dan prasarana serta lingkungan alam). Kedua faktor tersebut saling berinteraksi satu sama lain dan memiliki hubungan yang erat dalam mendorong terwujudnya visi sekolah secara maksimal, jika dikelola secara bijak cerdas, terutama dalam menunjang pembelajaran yang berpihak pada murid.
Ø
Pendekatan dalam menghadapi
setiap persoalan dalam sekolah. Ada dua pendekatan yang saya pelajari yaitu
pendekatan berbasis pada kekurangan/masalah/hambatan (deficit based thinking)
dan pendekatan berbasis aset/kekuatan (asset based thinking) .Pada
pendekatan berbasis kekurangan, teori yang dapat saya simpulkan yaitu, ketika dihadapkan pada
sebuah persoalan, seseorang akan melihat sebuah persoalan dengan paradigma
berpikir yang pesimis, yang dilihat dalam masalah itu adalah kekurangan,
kelemahan yang bisa berdampak kurang berhasilnya sebuah program sehingga
seseorang akan ragu bahkan tidak berani untuk melangkah maju.
Sedangkan befikir berbasis kekuatan akan mendorong seseorang untuk
melihat asset yang dimliki dan mengelolanya dengan baik serta berfikir optimis
bahwa program tersebut dapat berjalan dengan baik.
Ø Ada 7 modal atau asset yang dapat dikelola dengan baik untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan siswa, yaitu : asset manusia, asset sosial, asset lingkungan, asset politik, asset agama dan budaya, asset fisik dan asset finansial.
4. Penerapan
Penerapan
dari pembelajaran modul 3.2 saya akan
memulai dari diri sendiri dan mengimbaskan kepada rekan sejawat serta seluruh
warga sekolah untuk bersama-sama menggeser cara berfikir dari deficit base base
thinking menjadi asset based based thinking dengan langkah sebagai berikut :
1.
Berbagi teori dan pemahaman
saya tentang pemimpin pengelolaan sumber daya
2.
Mengidentifikasi asset yang
kami miliki di sekolah dan lingkungan sekitar
3.
Menyusun program dan
melaksanakan program sekolah yang disepakati
4. Berkolaborasi dengan seluruh warga dalam
melaksanakan sebuah program dengan memanfaatkan asset yang kami miliki
Komentar
Posting Komentar